Stephen Covey & Kunci Kesuksesan

Stephen Covey pada tahun 1989 menerbitkan buku yang sangat populer yakni “The 7 Habits of Highly Effective People”. Versi Indonesianya adalah “7 Kebiasaan Manusia yang Sangat Efektif”. 

Buku tersebut ditulis berdasarkan keyakinan Covey bahwa cara kita melihat dunia sepenuhnya tergantung pada perspektif diri kita masing-masing. 

Untuk bisa membuat sebuah perubahan, maka kita perlu mengubah dari diri sendiri. Untuk memperbaiki diri sendiri maka penting untuk membarui persepsi pribadi.

Kita semua tentu ingin sukses. Maka salah satu cara untuk meraih kesuksesan itu adalah dengan membangun kebiasaan baik untuk meraih keberhasilan.

Source: Stephen Covey on Pinterest

Dengan mempelajari studi literatur tentang “sukses” yang ditulis sejak 2 abad terakhir, Stephen Covey menemukan perubahan yang sangat penting tentang bagaimana manusia mendefinisikan “sukses” dari waktu ke waktu.

Zaman sebelum perang dunia I, pondasi kesuksesan bertumpu pada perilaku dan etika (character ethic). Nilai-nilai seperti kerendahan hati, kesetiaan, kesederhanaan, integritas adalah contohnya.

Namun, mulai tahun 1920-an, cara orang memandang kesuksesan telah mengalami pergeseran makna. Dari character ethic menjadi personality ethic.

Personality ethic memandang kesuksesan dari citra publik dan penampilan lahiriah.

Dewasa ini, seringkali orang mencari hasil instan untuk meraih kesuksesan.

Ketika melihat sebuah perusahaan meraup keuntungan besar, pertanyaan yang muncul adalah: apa strateginya? Apa tips untuk cepat sukses? Gimana caranya modal sedikit bisa untung besar?

Dengan kata lain, banyak orang ingin menempuh jalan pintas untuk cepat sukses. Dengan harapan bisa menghemat waktu dan tenaga untuk meraih hasil yang diinginkan. 

Jalan pintas bisa jadi membawa perubahan dalam jangka pendek. Namun belum tentu untuk jangka panjang.

Karena orientasi jangka pendek sebenarnya tidak menyelesaikan masalah yang utama (underlying condition). 

Stephen Covey mengatakan, “cara kita melihat masalah adalah persoalannya.” Stephen Covey mendorong agar kita membuka diri terhadap perubahan paradigma.

Sebagai upaya merombak diri secara mendasar tidak hanya sekadar di permukaan. Dengan itu, perubahan yang seutuhnya akan tercapai.

Selain itu, Stephen Covey berpendapat bahwa karakter adalah faktor yang lebih penting untuk dikembangkan daripada tampilan lahiriah.

Tujuannya untuk mencapai kesuksesan yang berkelanjutan (sustainability success). 

Banyak dijumpai buku-buku yang menekankan arti pentingnya kemandirian atau independen.

Namun, Buku 7 Habits Stephen Covey memberikan perspektif lain tentang maturity continuum yang menjelaskan arti pentingnya saling ketergantungan.

Source: Pinterest

Stephen Covey menguraikan tentang transformasi dari ketergantungan (dependence) menuju kemandirian (independence) dan akhirnya bermuara pada saling ketergantungan (interdependence). 

Stephen Covey berpendapat saling ketergantungan akan membuahkan hasil yang lebih besar daripada bergerak sendiri.

Bahasa mudahnya, saling ketergantungan adalah membangun kolaborasi antar sesama.

Ketergantungan bermakna bahwa kita membutuhkan orang lain untuk mendapatkan apa yang kita inginkan.

Misalnya bergantung pada hal finansial, emosional, pendidikan dan lainnya. Singkatnya, ketergantungan merupakan sikap “Anda” seperti Anda merawat saya, Anda menjaga saya, dll.

Mandiri atau independen maknanya bebas dari intervensi dan pengaruh orang lain.

Kemandirian adalah memiliki kemerdekaan berpikir dan bertindak yang menjadi keinginan banyak orang.

Dengan kata lain, Independen adalah sifat ke-aku-an yang memusatkan segala tindakan pada diri pribadi (self-centered).

Level tertinggi dalam maturity continuum adalah saling ketergantungan (interdependence).

Manusia merupakan homo socius yakni makhluk sosial yang saling membutuhkan satu dengan lainnya.

Saling ketergantungan adalah sikap “kita” untuk bekerja sama, kolaborasi tim, serta kolaborasi bakat dan kemampuan. 

Sebagai penutup, Stephen Covey tidak memberikan seperangkat aturan yang harus diikuti.

Namun, Stephen Covey lebih memberikan arahan tentang bagaimana membangun kebiasaan yang efektif untuk menggapai keberhasilan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top