Human-Centered Design, 4 Prinsip Yang Wajib Kamu Tahu!

Gagalnya Mobil Edsel

Salah satu penyebab mengapa sebuah produk tidak diminati pasar adalah tidak menerapkan konsep Human-Centered Design.

Sehingga produk yang dihasilkan tidak sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen.

Pada tahun 1957, perusahaan otomotif asal Amerika Serikat, Ford Motors meluncurkan mobil baru bernama Ford Edsel. 

Perusahaan Ford percaya diri bahwa mobil Ford Edsel akan laris di pasaran. Dengan desain yang klasik, fitur inovatif, dan futuristik pada zamannya, mobil Ford Edsel ini menarget kelas menengah di Amerika Serikat. 

Namun, konsumen kurang tertarik membeli mobil Edsel tersebut. Tidak lama kemudian, mobil Edsel ditarik dari pasar hanya 3 tahun setelah diluncurkan. 

Ford Edsel (sumber)

Kejadian tersebut menjadi salah satu studi kasus inovasi produk yang berujung pada kegagalan. 

Pertanyaannya, kenapa produk mobil Edsel gagal? Padahal direksi Ford percaya diri bahwa mobil tersebut akan berhasil. 

Kegagalan mobil Edsel menjadi bahan perbincangan para desainer produk.

Mereka sepakat bahwa pada saat pembuatan mobil Edsel, perusahaan tidak menjadikan kebutuhan konsumen dan keinginan konsumen sebagai bagian dari desain mobil Edsel.

Perusahaan telah melakukan survei kepada penggemar mobil Ford namun diabaikan oleh pihak Ford.

Mereka lebih cenderung pada asumsi para direksi Ford ketika mendesain mobil Edsel. Hasilnya pun gagal. 

Cerita di atas adalah alasan untuk mengembangkan suatu produk sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen.

Ini yang disebut dengan Human-Centered Design (HCD). Sebuah konsep desain yang memusatkan konsumen dalam inovasi produk. 

Dengan menerapkan konsep HCD, para desainer produk harus memiliki empati untuk memahami masalah dari para pengguna (user) dan menemukan solusi untuk mereka. 

Ford Edsel (sumber)
Human-Centered Design Adalah………..

Human-Centered Design (HCD) adalah sebuah konsep desain yang berpusat pada konsumen/pengguna.

Tujuannya adalah untuk menyelaraskan kebutuhan dan keinginan antara konsumen dan perusahaan. 

Konsep ini dapat diterapkan dalam mendesain produk fisik seperti mobil, kursi, kulkas atau produk digital seperti aplikasi ponsel dan website. 

Prof. Don Norman, Direktur Design Lab at University of California, San Diego, mengatakan bahwa ada 4 prinsip dalam konsep Human-Centered Design:

  1. People-centered: Fokus pada masalah yang dihadapi oleh pengguna/konsumen untuk mendesain sesuatu yang sesuai untuk mereka.
  1. Understand and solve the right problems, the root problems: Identifikasi masalah adalah prasyarat untuk melahirkan solusi. Maka dalam mengidentifikasi masalah harus benar-benar menyentuh pada akar masalah. Tidak hanya masalah yang kecil saja. Identifikasi masalah yang tepat adalah gerbang menuju keberhasilan desain produk.
  1. Everything is a system: Berpikir bahwa segalanya itu seperti sebuah sistem. Karena satu bagian dan bagian yang lain itu saling terhubung. Dalam konteks inovasi produk, maka semua tahap dari desain produk, UI/UX, dan berakhir pada developer harus diatur dengan baik. Bahkan sebelum itu, arahan dari atasan pun juga harus banyak brainstroming sebelum sampai pada eksekusi. 
  1. Small and simple intervention: Inovasi produk perlu dilakukan uji coba secara berulang dan tidak buru-buru dalam mengambil keputusan. Sebuah tim dapat melakukan intervensi kecil dan sederhana untuk menyempurnakan sebuah produk agar memenuhi kebutuhan konsumen.
Human-Centered Design (sumber)
Penutup

4 prinsip di atas adalah kerangka dasar dalam mendesain sebuah produk yang memusatkan pengguna sebagai inti dari sebuah produk.

Artinya, jika sebuah perusahaan berencana untuk mengembangkan sebuah produk maka 4 hal di atas perlu diperhatikan secara cermat. 

Melalui prinsip Human-Centered Design, produk yang dihasilkan akan tepat sasaran. Selain itu juga dapat menyelesaikan masalah yang dialami oleh konsumen. Pada akhirnya jika pengguna puas maka keuntungan perusahaan akan meningkat.

Nah, itulah penjelasan mengenai 4 prinsip Human-Centered Design yang perlu kalian tahu. Nantikan insight  tentang UI/UX lebih banyak pada artikel selanjutnya. 

Semoga bermanfaat. 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top